Edukasi Resolusi Konflik Melalui Budaya bagi Siswa-Siswi SMA Negeri 5 Jayapura
Downloads
Konflik merupakan bagian yang tidak terhindarkan dari interaksi sosial, terutama dalam masyarakat multikultural seperti Indonesia, dan khususnya di Papua yang kaya akan keragaman budaya. Namun, edukasi resolusi konflik melalui pendekatan budaya masih kurang mendapat perhatian dalam kurikulum sekolah formal, dan program pengabdian sebelumnya sering berfokus pada mekanisme hukum atau formal daripada kearifan budaya. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertajuk "Edukasi Resolusi Konflik Melalui Budaya" dengan sasaran siswa-siswi SMA Negeri 5 Angkasa di Jayapura. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan siswa pada pendekatan budaya dalam resolusi konflik dan membekali mereka dengan pengetahuan dan keterampilan untuk mengelola konflik di lingkungan sosial mereka. Metode yang digunakan adalah metode partisipatif, dengan melibatkan siswa secara aktif dalam kegiatan edukasi dan sosialisasi melalui ceramah, diskusi, tanya jawab, dan permainan. Kegiatan dilaksanakan dalam tiga tahap: persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi, dengan melibatkan sekitar 100 siswa dari kelas X dan XI. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa sebagian besar peserta mampu menyerap materi yang diberikan dengan baik, yang dibuktikan dengan partisipasi aktif mereka dalam diskusi dan kemampuan mereka memberikan contoh penyelesaian konflik secara budaya dalam kehidupan sehari-hari. Keterbatasan utama kegiatan ini adalah pelaksanaannya di satu sekolah dengan jumlah peserta yang terbatas, dan tidak adanya desain pre-test/post-test untuk mengukur perubahan pengetahuan atau sikap.
Copyright (c) 2026 Emilie M I Mansoben, Mariana E Buiney, Inri Maloringan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.




