Pemeringkatan Dinamis Adaptif Kinerja Jaringan Internet Menggunakan QoS yang Berubah Seiring Waktu dan Entropy-AHP-Topsis
Downloads
Clubfoot, atau congenital talipes equinovarus (CTEV), adalah kelainan bentuk kaki yang ditemukan pada 0,5 hingga 2 dari setiap 1.000 kelahiran hidup. CTEV merupakan kelainan bentuk kaki bawaan yang dapat ditangani melalui intervensi non-operatif maupun operatif. Laporan ini membahas tiga pasien dengan clubfoot yang ditangani menggunakan metode Ponseti, yang mencakup pemasangan gips secara bertahap (serial casting),manipulasi bertahap, dan tenotomi Achilles. Seri kasus ini mendeskripsikan seorang bayi laki-laki berusia dua minggu dengan CTEV bilateral, seorang bayi perempuan berusia tiga hari dengan CTEV bilateral, dan seorang bayi laki-laki berusia enam hari dengan CTEV unilateral. Pemeriksaan fisik pada kaki menunjukkan adanya adduksi dan supinasi pada bagian depan kaki (forefoot), cavus pada bagian tengah kaki (midfoot), varus (inversi dan adduksi) pada bagian belakang kaki (hindfoot), serta fleksi plantar. Faktor risiko clubfoot pada seri kasus yang dibahas oleh penulis bersifat idiopatik. Dua pasien dengan CTEV bilateral masing-masing menjalani enam sesi metode Ponseti, sementara satu pasien dengan CTEV unilateral menerima empat kali pemasangan gips bertahap; prosedur tenotomi Achilles dilakukan pada semua kasus. Setelah pemasangan gips terakhir dan tenotomi Achilles, semua kelainan bentuk kaki berhasil dikoreksi hingga mencapai skor Pirani 0, dan sepatu Dennis Brown digunakan untuk mencegah kekambuhan CTEV. Tujuan penanganan pasien clubfoot adalah mengoreksi kelainan bentuk kaki, dengan keberhasilan yang didefinisikan sebagai tercapainya fungsi kaki yang baik dan mobilitas yang optimal, serta upaya meluruskan mitos yang beredar di masyarakat mengenai clubfoot—terutama di daerah terpencil atau perbatasan, di mana CTEV masih sering dianggap sebagai "kutukan" dan diyakini hanya dapat diobati dengan cara-cara tradisional. Hasil koreksi yang optimal memerlukan komunikasi dan kerja sama yang baik dengan orang tua pasien, yang dalam seri kasus ini masih sangat dipengaruhi oleh hambatan budaya dan kepercayaan setempat. Keberhasilan koreksi kelainan bentuk kaki ini membangun kepercayaan masyarakat terhadap penanganan clubfoot bawaan, sekaligus menunjukkan bahwa kondisi tersebut dapat ditangani secara efektif melalui metode non-operatif jika dimulai sejak dini dan disertai dengan kepatuhan yang baik.
Copyright (c) 2026 Selviana Apriyanti Nahak

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


