Model Resiliensi Sosial-Ekologis pada Program Pesona Paya Nie “Jaring Pengaman Pasca Bencana” Berbasis Komunitas dan Potensi Lokal: Analisis Sustainable Livelihood Approach (SLA)

modal penghidupan solidaritas komunitas vermikultur rantai nilai limbah Sustainable livelihood approach

Authors

August 31, 2026

Downloads

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola mobilisasi lima modal penghidupan dalam Program Berbasis Masyarakat Pesona Paya Nie dan potensi lokal, serta menjelaskan bagaimana prinsip Hidup dan Menghidupi berfungsi sebagai mekanisme solidaritas yang menghubungkan modal antarkelompok masyarakat yang didampingi oleh PT Pupuk Iskandar Muda. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif deskriptif yang berlokasi di Desa Blang Mee. Data diperoleh dari sumber sekunder, meliputi studi literatur dan dokumen internal perusahaan. Data dianalisis secara tematik menggunakan kerangka Sustainable Livelihood Approach (SLA) dan dipetakan ke dalam struktur rantai nilai program untuk mengidentifikasi pola mobilisasi dan konversi modal antarkelompok. Validitas data dijamin melalui triangulasi sumber dan teori. Program Pesona Paya Nie menunjukkan bahwa mobilisasi modal berlangsung melalui simpul konversi vermikultur yang mengubah limbah organik dan gulma invasif menjadi sumber daya produktif, termasuk vermikompos dan cacing yang memiliki nilai ekonomi. Prinsip Hidup dan Menghidupi berfungsi sebagai mekanisme solidaritas horizontal yang mendorong kelompok-kelompok yang lebih tangguh untuk mendukung pemulihan kelompok lainnya. Selain itu, pembentukan Kelompok Vermikultur sebagai pengembangan kelembagaan dari Kelompok Tani menunjukkan bahwa mobilisasi modal dapat mendorong inovasi kelembagaan. Model konseptual ini memberikan panduan bagi program CSR (TJSL) serta menjadi dasar bagi penelitian longitudinal di masa mendatang. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan model mobilisasi modal berbasis solidaritas masyarakat dan mekanisme TJSL yang responsif terhadap bencana melalui pendekatan rantai nilai waste-to-resource yang dapat diterapkan di wilayah lahan basah dan pesisir yang rawan banjir.