Peningkatan Keterbukaan Komunikasi Keluarga Melalui Program 5 Menit Mendengarkan di RPTRA Malinjo Jakarta Selatan
Downloads
Komunikasi yang terbuka merupakan salah satu faktor penting dalam membangun hubungan keluarga yang harmonis, saling percaya, dan mendukung perkembangan psikologis setiap anggota keluarga. Namun, perkembangan teknologi digital, meningkatnya penggunaan gawai, serta kesibukan orang tua telah menyebabkan berkurangnya intensitas komunikasi berkualitas di dalam keluarga. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan kesalahpahaman, konflik, dan menurunkan kualitas hubungan antara orang tua dan anak. Oleh karena itu, diperlukan upaya edukasi yang mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat mengenai pentingnya komunikasi interpersonal yang efektif. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu-ibu dalam menerapkan komunikasi terbuka melalui Program 5 Menit Mendengarkan. Kegiatan dilaksanakan secara daring menggunakan metode edukasi partisipatif yang meliputi penyuluhan, diskusi interaktif, simulasi, dan sesi tanya jawab. Peserta kegiatan berjumlah 17 orang yang terdiri atas ibu-ibu PKK dan anggota komunitas di lingkungan RPTRA Malinjo Pejaten, Jakarta Selatan. Materi yang diberikan mencakup komunikasi interpersonal dalam keluarga, keterbukaan komunikasi, teknik active listening, serta penerapan Program 5 Menit Mendengarkan sebagai kebiasaan komunikasi sehari-hari. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai pentingnya mendengarkan secara aktif sebagai dasar komunikasi yang empatik dan suportif. Peserta juga menunjukkan antusiasme tinggi selama kegiatan, aktif berdiskusi, serta berkomitmen menerapkan Program 5 Menit Mendengarkan dalam kehidupan keluarga. Program ini dinilai mudah diterapkan karena tidak memerlukan biaya maupun waktu yang lama sehingga berpotensi menjadi model edukasi komunikasi keluarga yang dapat direplikasi di berbagai komunitas. Kegiatan ini membuktikan bahwa pendekatan edukasi partisipatif mampu meningkatkan literasi komunikasi keluarga, memperkuat hubungan interpersonal, serta mendorong terbentuknya keluarga yang lebih terbuka, harmonis, resilien, dan adaptif dalam menghadapi tantangan kehidupan di era digital secara berkelanjutan.
Copyright (c) 2026 Dwi Kartikawati, Nurhasanah Nurhasanah, A.F Sigit Rochadi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
