Panggung Boneka Sebagai Media Kreatif Dalam Pemberitaan Injil Bagi Anak

Pelayanan Anak-Anak Panggung Boneka Media Kreatif Interaktif Pengabdian Kepada Masyarakat

Authors

February 11, 2026

Downloads

Pelayanan anak-anak dengan menggunakan panggung boneka merupakan media kreatif yang dapat digunakan untuk menyampaikan Injil secara kontekstual kepada anak-anak. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di dua tempat berbeda, yaitu di Pondok Sukacita Anak (PSA), Soreang, Kabupaten Bandung dan di PAUD SION, Waikabubak-Sumba, NTT. Kondisi awal menunjukkan anak-anak cenderung kurang fokus dan interaktif pada pembelajaran konvensional di tengah gempuran media digital satu arah yang potensial mengurangi partisipasi sosial dan kognitif. Dengan tujuan memperkenalkan kasih Tuhan melalui pertunjukan boneka yang interaktif dan mudah dipahami oleh anak-anak. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini meliputi persiapan pembuatan panggung boneka dari bahan sederhana dan terjangkau, penyampaian Firman Tuhan melalui media panggung boneka, musik pendukung, serta sesi interaktif antara boneka dan anak-anak. Hasil kegiatan menunjukkan perubahan yang signifikan pada partisipasi anak, ditandai dengan peningkatan antusiasme, perhatian, dan respons spontan terhadap cerita Alkitab yang disampaikan. Dari kegiatan yang dilakukan, dapat terlihat bahwa pelayanan anak dengan media panggung boneka masih menunjukkan respons yang positif dari anak-anak. Anak-anak menjadi antusias dengan cara bercerita yang lebih interaktif sehingga dapat memahami dan mengingat cerita Alkitab dengan baik. Metode pemberitaan Injil dengan media panggung boneka terbukti masih relevan di tengah tantangan digitalisasi masa kini karena masih memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan, interaktif dan memberikan ruang bagi anak-anak untuk berimajinasi. Secara substansial, kegiatan ini berkontribusi dalam menciptakan pembelajaran rohani yang lebih dinamis, mendorong interaksi sosial, serta menginternalisasi nilai-nilai moral melalui pengalaman yang konkret dan partisipatif, sehingga menjadi alternatif strategis bagi pendidikan iman anak di era digital.