Analisis Banjir Rancangan Metode HSS Laksono-Erub
Downloads
Prediksi banjir rancangan yang akurat merupakan kebutuhan mendasar dalam perencanaan infrastruktur pengendalian banjir dan manajemen sumber daya air. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan akurasi empat metode Hidrograf Satuan Sintetik (HSS) dalam memprediksi debit banjir rancangan di DAS Plumbon, Kabupaten Semarang, yakni metode HSS Nakayasu, Snyder, Gama I, dan Laksono-Erub, serta mengidentifikasi metode yang memberikan penyimpangan terkecil terhadap data debit observasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif komparatif dengan data curah hujan harian maksimum tahunan periode 2010-2020 dari tiga stasiun hujan di sekitar DAS Plumbon (Stasiun Mangkang, Kaligawe, dan Gunungpati), serta data debit observasi dari Bendung Plumbon periode yang sama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode HSS Laksono-Erub memberikan akurasi tertinggi dengan nilai RMSE = 8,45 m³/detik, MAPE = 12,3%, dan R² = 0,89, diikuti oleh metode Gama I (RMSE = 11,72 m³/detik, MAPE = 16,8%, R² = 0,82), Nakayasu (RMSE = 15,31 m³/detik, MAPE = 21,5%, R² = 0,74), dan Snyder (RMSE = 18,96 m³/detik, MAPE = 25,7%, R² = 0,68). Metode Laksono-Erub secara konsisten menunjukkan penyimpangan terkecil untuk semua kala ulang, dengan selisih rata-rata 10-15% terhadap debit observasi. Temuan ini mengonfirmasi bahwa metode Laksono-Erub, yang dikalibrasi berdasarkan karakteristik DAS di Jawa Utara dan Madura, memiliki aplikabilitas yang baik untuk DAS Plumbon yang memiliki karakteristik fisiografis serupa. Penelitian ini memberikan rekomendasi praktis bagi perencana dalam memilih metode HSS yang tepat untuk analisis banjir rancangan di wilayah dengan karakteristik DAS serupa, serta memperkuat basis validasi empiris metode Laksono-Erub di luar lokasi pengembangan aslinya.
Copyright (c) 2026 Laksono Djoko Nugroho, Esti Wulandari, Ony Frengky Rumihin, Tisno Subroto

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


