Optimasi Formula serta Evaluasi Sediaan Jamu Segar dan Instan ‘Curcumarea’ Sebagai Peningkat Nafsu Makan

Authors

  • Putu Adelia Supariangga Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana
  • Anak Agung Made Ari Suryawati Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana
  • Ni Putu Amefi Redisti Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana

DOI:

https://doi.org/10.59141/comserva.v3i12.1289

Keywords:

Curcumarea, Jamu, Kunyit, Peningkat Nafsu Makan, Temulawak

Abstract

Temulawak dan kunyit telah dikenal luas oleh masyarakat untuk meningkatkan nafsu makan. Komponen utama dalam temulawak dan kunyit yang diduga memiliki manfaat sebagai peningkat nafsu makan adalah senyawa kurkumin dan minyak atsiri. Masyarakat biasanya mengolah bahan tersebut dan mengonsumsinya dalam bentuk sediaan jamu. Penelitian ini bertujuan untuk membuat suatu sediaan jamu segar dan instan peningkat nafsu makan serta melakukan optimasi dan evaluasi dari sediaan jamu yang dibuat. Optimasi formula dan pembuatan jamu segar dan instan dibuat dalam 2 formula dengan komposisi temulawak, kunyit, asam jawa, daun pandan, gula pasir, garam, dan air. Kemudian dilakukan pengujian evaluasi terhadap sediaan jamu meliputi organoleptis, hedonik (kesukaan), dan kemasan. Sediaan jamu segar yang dihasilkan berwarna oranye kekuningan, berbau aroma khas rimpang dengan sedikit aroma pandan, cairan bertekstur pekat dengan rasa manis dan asam seimbang dengan rasa pahit sedikit tertutupi. Sedangkan, sediaan jamu instan yang dihasilkan berwarna kuning kecoklatan, aromanya khas rimpang dengan sedikit aroma pandan, rasanya manis dan asam dengan sedikit rasa pahit yang tertutupi, dan teksturnya seperti butiran serbuk halus yang homogen. Sediaan jamu sudah memenuhi syarat uji organoleptis, kemasan dan untuk uji hedonik lebih banyak yang menyukai jamu segar daripada jamu instan

Downloads

Published

2024-04-28