https://comserva.publikasiindonesia.id/index.php/comserva/issue/feedCOMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat2026-01-21T07:46:08+00:00[email protected][email protected]Open Journal Systems<div class="additional_content"> <p><strong>COMSERVA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian</strong> <strong>Masyarakat</strong> is a double blind peer-reviewed academic journal and open access to social science fields. The journal is published monthly by CV. Publikasi Indonesia.</p> <p><strong>COMSERVA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat</strong> highlights the existing issues that happened in various fields to empower the community. The issues including, but not limited to, increasing the community capacity, applying appropriate technology, applying research result in the community, improving the people knowledge, and also the innovation in the purpose to empower people.</p> <p><strong>Name</strong>: COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat</p> <p><strong>E-ISSN </strong>: <strong><a href="https://issn.perpusnas.go.id/terbit/detail/20210707571149828">2798-5210</a></strong><br /><strong>P-ISSN </strong>: <strong><a href="https://issn.perpusnas.go.id/terbit/detail/20210707491540753">2798-5652</a></strong><br /><strong>DOI : <a href="https://search.crossref.org/?q=2798-5210&from_ui=yes">10.59141 </a></strong><br /><strong>Period </strong>: Monthly<br /><strong>Indexing and Abstracting </strong>: <strong><a href="https://app.dimensions.ai/discover/publication?search_mode=content&search_text=COMSERVA%20Indonesian%20Jurnal%20of%20Community%20Services%20and%20Development&search_type=kws&search_field=full_search">Dimensions</a>, <a href="https://scholar.google.com/citations?hl=id&view_op=list_works&gmla=AJsN-F6pg1ZKN4KFgc9Baqtoz8nvAAnFLSAX9REJIKAyDa45VcQJao_LWk3Dhtzo3Y7zBPSGzapAQQESwo2SRT0Py0bK2qLoKoaiY5alGcgtPmP0fxi5lQ8&user=GNdPqOwAAAAJ">Google Scholar</a></strong>, <strong><a href="https://garuda.kemdikbud.go.id/journal/view/24247">Garuda</a>, <a href="https://search.crossref.org/?q=2774-6534&from_ui=yes">Crossref</a></strong> and others in progress<br /><strong>Publication Guidelines : </strong> <strong><a href="https://publicationethics.org/guidance/Guidelines">COPE Guidelines</a></strong><br /><strong>Publisher </strong>: CV. Publikasi Indonesia<br /><strong>1st Issues of Publication: </strong>2021</p> <p> </p> </div>https://comserva.publikasiindonesia.id/index.php/comserva/article/view/3501Revolusi Sunda-Sustainability: Inovasi Manajemen Pelestarian Budaya di Taman Budaya Jawa Barat2026-01-12T02:19:28+00:00Naufal Farrel Farizzi[email protected]Lydwina Putri Nafisa[email protected]Anggi Regina[email protected]Bilqis Salis Banat Nasrulloh[email protected]Pinky Sigit Permana[email protected]Sammy Nurfi Asmara[email protected]<p>Globalisasi dan modernisasi telah mengancam keberlangsungan budaya lokal di berbagai belahan dunia, termasuk budaya Sunda di Indonesia. Pelestarian budaya Sunda menghadapi tantangan besar di tengah arus modernisasi dan globalisasi, terutama terkait menurunnya keterlibatan generasi muda dalam seni tradisional. Taman Budaya Jawa Barat sebagai pusat aktivitas seni memiliki peran strategis dalam menjaga keberlanjutan budaya lokal. Penelitian ini mengkaji konsep “Revolusi SunDa–Sustainability”, sebuah pendekatan inovatif berbasis prinsip manajemen berkelanjutan yang meliputi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan, untuk memperkuat upaya pelestarian budaya Sunda. Melalui metode kualitatif dengan analisis program seni, pola pengelolaan, dan kolaborasi multi-pihak, penelitian ini menemukan bahwa integrasi inovasi seperti digitalisasi arsip budaya, penyelenggaraan event kolaboratif, dan peningkatan kapasitas SDM mampu meningkatkan efektivitas pengelolaan budaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model SunDa Sustainability tidak hanya mendorong konservasi budaya, tetapi juga menciptakan keberlanjutan sosial, ekonomi, dan edukatif yang membuat budaya Sunda tetap relevan dalam dinamika zaman. Temuan ini mengonfirmasi bahwa manajemen budaya berbasis sustainability dapat menjadi solusi efektif dalam menghadapi tantangan pelestarian budaya di era digital. Konsep ini dapat menjadi paradigma baru dalam manajemen pelestarian budaya di Taman Budaya Jawa Barat.</p>2026-01-17T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Naufal Farrel Farizzi, Lydwina Putri Nafisa, Anggi Regina, Bilqis Salis Banat Nasrulloh, Pinky Sigit Permana, Sammy Nurfi Asmarahttps://comserva.publikasiindonesia.id/index.php/comserva/article/view/3511Cerdas Finansial di Era Cashless Society: Membangun Literasi Keuangan Digital Bagi Siswa SMK Bina Husada Mandiri Bekasi2026-01-17T03:57:49+00:00Adelina Suryati[email protected]Irwan Wahyuddin[email protected]Yasin Al Fatahilah[email protected]Dinda Diah Wulandari[email protected]Khoirunnisa Khoirunnisa[email protected]Lisna Sefiani[email protected]<p>Program pengabdian masyarakat ini bertujuan memperkuat literasi keuangan digital siswa di era cashless society. Kegiatan dilatarbelakangi oleh miskonsepsi penggunaan teknologi keuangan dan belum adanya pembelajaran terstruktur terkait keamanan transaksi digital di sekolah vokasi. Program dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif interaktif melalui tahapan persiapan, penyampaian materi, praktik penggunaan aplikasi pembayaran digital, diskusi, games edukatif, serta evaluasi monitoring. Metode pelaksanaan mengadopsi pendekatan Service Learning dan prinsip pembelajaran partisipatif. Peserta kegiatan berjumlah 42 siswa kelas 10 dan 11 jurusan Akuntansi di SMK Bina Husada Mandiri Bekasi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman pengelolaan keuangan digital, kesadaran keamanan transaksi, dan kesiapan siswa menggunakan platform pembayaran non-tunai secara bertanggung jawab. Nilai post-test meningkat dibanding pre-test dengan ketuntasan klasikal di atas 85 persen. Simpulan kegiatan menegaskan bahwa literasi keuangan digital berbasis pembelajaran partisipatif mampu meningkatkan pengetahuan, membangun sikap kritis, serta memperkuat perilaku adopsi teknologi keuangan yang aman. Pendampingan berkelanjutan dan integrasi dalam kurikulum vokasi Akuntansi direkomendasikan untuk keberlanlanjutan dan dampak lebih luas.</p>2026-01-22T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Adelina Suryati, Irwan Wahyuddin, Yasin Al Fatahilah, Dinda Diah Wulandari, Khoirunnisa Khoirunnisa, Lisna Sefianihttps://comserva.publikasiindonesia.id/index.php/comserva/article/view/3490Delik Aduan Kohabitasi Dalam KUHP Baru Sebagai Pembatasan Kebebasan Pribadi: Analisis HAM terhadap Mekanisme Pelaporan yang Dapat Memengaruhi Kebebasan Pribadi dan Ruang Privat2026-01-05T02:49:50+00:00Nissha Putri Yulia Hermawati[email protected] Muhamad Iqbal Ramdhan[email protected]Azzahra Krista Putri[email protected]Natasya Setya Ningrum[email protected]Anida Mita Asroni[email protected]Beryl Nur Ringga Fikrah[email protected]<p>Perubahan sosial dalam masyarakat modern melahirkan beragam bentuk relasi personal, termasuk praktik hidup bersama tanpa ikatan perkawinan (kohabitasi), yang kemudian direspons melalui pengaturannya sebagai delik aduan dalam Pasal 412 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) Baru. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana mekanisme pelaporan oleh pihak tertentu, seperti orang tua atau anak, memengaruhi kebebasan pribadi dan ruang privat pasangan yang hidup bersama tanpa perkawinan. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual, didukung studi kepustakaan. Hasil kajian menunjukkan bahwa meskipun delik aduan dimaksudkan untuk membatasi intervensi negara, mekanisme tersebut justru membuka ruang kriminalisasi melalui relasi kekuasaan dalam keluarga, menimbulkan rasa tidak aman, serta berpotensi mereduksi hak atas privasi dan kebebasan pribadi sebagaimana dijamin dalam Pasal 28G Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, dengan tetap memperhatikan pembatasan hak sebagaimana diatur dalam Pasal 28J UUD 1945. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa mekanisme pelaporan delik aduan kohabitasi dalam KUHP Baru berpotensi menggerus otonomi individu dan ruang privat warga negara. Meskipun dirancang untuk membatasi intervensi negara, mekanisme ini justru mengalihkan wewenang intervensi kepada aktor non-negara (keluarga), sehingga menciptakan kerentanan baru terhadap kebebasan pribadi. Oleh karena itu, diperlukan penafsiran yang restriktif, penerapan asas proporsionalitas yang ketat, serta pertimbangan untuk merevisi atau menggeser pendekatan dari kriminalisasi ke kebijakan non-penal yang lebih menghormati hak asasi manusia.</p>2026-01-12T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Nissha Putri Yulia Hermawati, Muhamad Iqbal Ramdhan, Azzahra Krista Putri, Natasya Setya Ningrum, Anida Mita Asroni, Beryl Nur Ringga Fikrahhttps://comserva.publikasiindonesia.id/index.php/comserva/article/view/3506Penguatan Nilai Pancasila Melalui Model Belajar Bermain dan Kontekstual di Kota Batu2026-01-12T02:34:26+00:00Andi Setiawan[email protected]Ruth Agnesia[email protected]Irma Fitriana Ulfah[email protected]<p>Kegiatan pengabdian ini dilatarbelakangi oleh temuan bahwa internalisasi nilai-nilai Pancasila di Sekolah Dasar (SD) cenderung bersifat dogmatis dan hafalan, sehingga minim relevansi dengan pengalaman hidup siswa. Tujuan pengabdian ini adalah merancang, mengimplementasikan, dan mengevaluasi Model Belajar Bermain dan Kontekstual (MBBK) sebagai media penguatan Pancasila pada 60 siswa SD di SDN 01 Temas, Kelurahan Temas, Kota Batu. Metode pelaksanaan melibatkan tiga tahapan utama: analisis kebutuhan dan perencanaan, implementasi program selama empat minggu (termasuk focus group discussion dan sesi role-playing), serta evaluasi dampak menggunakan instrumen observasi perilaku dan tes pemahaman kontekstual (pre-test dan post-test). Hasil menunjukkan peningkatan rata-rata pemahaman kontekstual nilai Pancasila sebesar 28,5% pasca-intervensi. Secara kualitatif, terjadi pergeseran positif pada perilaku gotong royong dan toleransi sederhana di lingkungan sekolah. Keberhasilan program ini mengindikasikan bahwa penggunaan metode aktif dan berbasis pengalaman sangat efektif dalam menanamkan nilai-nilai dasar negara pada anak usia SD. Diharapkan model MBBK dapat direplikasi dan diintegrasikan secara permanen dalam kurikulum muatan lokal sekolah.</p>2026-01-17T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Andi Setiawan, Ruth Agnesia, Irma Fitriana Ulfahhttps://comserva.publikasiindonesia.id/index.php/comserva/article/view/3481From Custom to Management: Cikondang Leadership and Decision-Making Patterns2026-01-05T02:46:00+00:00Nazma Aulia Surrahman[email protected]Muhammad Raffa El Hilaby[email protected]Sulthan Farid Hariz[email protected]Melindha Cah Yani Putri Dwi Yanto[email protected]Muhammad Daffa Apriliansyah[email protected]<p><em>This research is grounded in the expanding crisis of leadership in modern organizations, characterized by rigid bureaucracy and impersonal managerial approaches. Conversely, indigenous communities such as Cikondang in Bandung Regency have for centuries practiced sustainable collective leadership and consensus-based decision-making systems. The gap between these two realities raises fundamental questions about how local wisdom can contribute to contemporary leadership thought. This study examines the transformation of leadership patterns and decision-making mechanisms in the Cikondang indigenous community and their relevance to modern management practices. The Cikondang community is known for its leadership structure based on customary values, deliberation, and local wisdom passed down through generations. Through a qualitative approach involving literature review and document analysis, this study demonstrates that Cikondang indigenous leadership is characterized by collectivity, moral legitimacy, and an orientation toward social harmony. These patterns are then compared with contemporary management principles, particularly in the areas of participatory leadership, conflict management, and consensus-based decision-making. The results reveal that Cikondang's indigenous values align with modern management concepts emphasizing collaboration, effective communication, and the strengthening of organizational values. Furthermore, these findings are critically linked to major theories such as Participatory Leadership and Ethical Leadership, as well as sustainable development studies. Therefore, integrating local values into management can provide a more humanistic, adaptive, and sustainable leadership model, while offering an alternative framework for community governance in the modern era.</em></p>2026-01-12T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Nazma Aulia Surrahman, Muhammad Raffa El Hilaby, Sulthan Farid Hariz, Melindha Cah Yani Putri Dwi Yanto, Muhammad Daffa Apriliansyahhttps://comserva.publikasiindonesia.id/index.php/comserva/article/view/3502Kolaborasi Lintas Batas Pemerintah Daerah di Indonesia Terhadap Kritik Fragmentasi Kebijakan dan Ego Sektoral dalam Pengelolaan Sumber Daya Bersama2026-01-12T02:23:06+00:00May Sendika[email protected]Lince Magriasti[email protected]<p>Artikel ini mengkaji secara kritis peran pemerintah daerah di Indonesia dalam mengelola kolaborasi lintas batas untuk pengelolaan sumber daya bersama yang berkelanjutan. Meskipun kolaborasi antar pemerintah daerah menjadi kunci dalam menangani isu-isu lingkungan yang melampaui batas administratif, praktik di Indonesia masih diwarnai oleh fragmentasi kebijakan dan ego sektoral yang menghambat efektivitas pengelolaan sumber daya. Penelitian ini menganalisis kasus konkret pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum di Jawa Barat dan pencemaran Teluk Jakarta sebagai representasi dari tantangan koordinasi antar-daerah. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kasus komparatif, penelitian ini mengidentifikasi bahwa lemahnya kerangka kelembagaan, perbedaan kepentingan politik lokal, dan keterbatasan kapasitas fiskal menjadi penghalang utama kolaborasi efektif. Temuan menunjukkan bahwa meskipun terdapat regulasi yang mengatur kerjasama antar-daerah seperti UU No. 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, implementasinya masih jauh dari optimal karena tidak didukung oleh mekanisme insentif yang memadai dan lemahnya kepemimpinan regional. Berbeda dengan praktik kolaborasi lintas batas di Eropa dan Asia yang menekankan pembangunan kepercayaan dan komunikasi reguler, pemerintah daerah di Indonesia cenderung bekerja dalam silo dengan orientasi kepentingan jangka pendek. Artikel ini merekomendasikan perlunya penguatan kelembagaan kolaboratif melalui pembentukan badan otoritas bersama, penyelarasan kebijakan berbasis ekosistem, dan peningkatan kapasitas pemerintah daerah dalam tata kelola kolaboratif. Penelitian ini berkontribusi pada literatur tentang desentralisasi dan kerjasama antar-pemerintah dengan menyoroti konteks Indonesia yang unik dengan tantangan fragmentasi politik dan disparitas kapasitas antar-daerah.</p>2026-01-17T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 May Sendika, Lince Magriastihttps://comserva.publikasiindonesia.id/index.php/comserva/article/view/3512Analisis Banjir Rancangan Metode HSS Laksono-Erub2026-01-17T04:07:50+00:00Laksono Djoko Nugroho[email protected]Esti Wulandari[email protected]Ony Frengky Rumihin[email protected]Tisno Subroto[email protected]<p>Prediksi banjir rancangan yang akurat merupakan kebutuhan mendasar dalam perencanaan infrastruktur pengendalian banjir dan manajemen sumber daya air. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan akurasi empat metode Hidrograf Satuan Sintetik (HSS) dalam memprediksi debit banjir rancangan di DAS Plumbon, Kabupaten Semarang, yakni metode HSS Nakayasu, Snyder, Gama I, dan Laksono-Erub, serta mengidentifikasi metode yang memberikan penyimpangan terkecil terhadap data debit observasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif komparatif dengan data curah hujan harian maksimum tahunan periode 2010-2020 dari tiga stasiun hujan di sekitar DAS Plumbon (Stasiun Mangkang, Kaligawe, dan Gunungpati), serta data debit observasi dari Bendung Plumbon periode yang sama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode HSS Laksono-Erub memberikan akurasi tertinggi dengan nilai RMSE = 8,45 m³/detik, MAPE = 12,3%, dan R² = 0,89, diikuti oleh metode Gama I (RMSE = 11,72 m³/detik, MAPE = 16,8%, R² = 0,82), Nakayasu (RMSE = 15,31 m³/detik, MAPE = 21,5%, R² = 0,74), dan Snyder (RMSE = 18,96 m³/detik, MAPE = 25,7%, R² = 0,68). Metode Laksono-Erub secara konsisten menunjukkan penyimpangan terkecil untuk semua kala ulang, dengan selisih rata-rata 10-15% terhadap debit observasi. Temuan ini mengonfirmasi bahwa metode Laksono-Erub, yang dikalibrasi berdasarkan karakteristik DAS di Jawa Utara dan Madura, memiliki aplikabilitas yang baik untuk DAS Plumbon yang memiliki karakteristik fisiografis serupa. Penelitian ini memberikan rekomendasi praktis bagi perencana dalam memilih metode HSS yang tepat untuk analisis banjir rancangan di wilayah dengan karakteristik DAS serupa, serta memperkuat basis validasi empiris metode Laksono-Erub di luar lokasi pengembangan aslinya.</p>2026-01-27T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Laksono Djoko Nugroho, Esti Wulandari, Ony Frengky Rumihin, Tisno Subrotohttps://comserva.publikasiindonesia.id/index.php/comserva/article/view/3498Penerapan Analisis Komunikasi Pemasaran Terintegrasi dan Analisis SWOT Pada Usaha UMKM Kota Batam2026-01-08T01:15:00+00:00Golan Hasan[email protected]Michelle Kwok[email protected]Joanne Joanne[email protected]Citra Arka Putri[email protected]Valent Valent[email protected]Sim Hwa Hwa[email protected]<p>Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran strategis dalam memperkuat struktur ekonomi nasional, termasuk di Kota Batam yang menjadi salah satu pusat kegiatan ekonomi di Kepulauan Riau. Dalam menghadapi era digital, kemampuan UMKM dalam menerapkan komunikasi pemasaran terintegrasi (Integrated Marketing Communication/IMC) menjadi kunci untuk membangun citra merek serta memperluas jangkauan pasar. Penelitian ini berfokus pada studi kasus UMKM Nasi Goreng Selera Kita, sebuah usaha kuliner vegetarian yang telah beroperasi selama empat hingga lima tahun di Batam. Usaha ini meliputi konsep makanan sehat tanpa daging dengan cita rasa lokal sebagai bentuk edukasi kepada masyarakat mengenai gaya hidup sehat. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan analisis berdasarkan observasi, wawancara, dan kajian literatur. Hasil kajian awal menunjukkan bahwa Nasi Goreng Selera Kita telah memanfaatkan media sosial serta platform layanan daring seperti GoFood, GrabFood, dan ShopeeFood sebagai bagian dari strategi pemasarannya. Namun, penerapan komunikasi pemasaran terintegrasi belum berjalan optimal karena promosi masih berfokus pada media digital, sementara potensi kolaborasi offline dan penguatan brand identity belum dimaksimalkan. Temuan ini menyoroti pentingnya pengembangan strategi IMC yang lebih holistik, mencakup integrasi antara promosi online dan offline, penguatan segmentasi pasar, serta pemanfaatan kolaborasi komunitas untuk memperkuat citra merek dan daya saing UMKM. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan model komunikasi pemasaran terintegrasi bagi UMKM di era digital, khususnya di sektor kuliner berbasis nilai kesehatan dan keberlanjutan.</p>2026-01-22T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Golan Hasan, Michelle Kwok, Joanne Joanne, Citra Arka Putri, Valent Valent, Sim Hwa Hwahttps://comserva.publikasiindonesia.id/index.php/comserva/article/view/3510Cikondang Blueprint: Mengungkap Pola Manajemen Sumber daya Dalam Arsitektur Tradisional Sunda2026-01-17T03:47:55+00:00Bunga Putri Rezky[email protected]Devid Zafitra[email protected]Yusup Ade Putra[email protected]Rubi Wijaya[email protected]Gesta Faris Zabelva[email protected]Dhania Siti Hamidah[email protected]Davina Adinda Talita[email protected]<p><em>Traditional architecture is a concrete manifestation of local wisdom that has developed through long-term interactions between humans, the environment, and cultural values. This study aims to examine resource management patterns embedded in the architecture of the Cikondang Traditional House as a representation of Sundanese culture. Traditional architecture not only reflects aesthetic values but also embodies a system of resource governance oriented toward sustainability (Rapoport, 2016). This research employs a descriptive qualitative approach using observation, in-depth interviews, and documentation techniques. The qualitative method is selected because it effectively explores the symbolic meanings and social practices inherent in traditional architecture (Creswell & Poth, 2018). The findings indicate that the Cikondang Traditional House implements modern management principles, including environment-based planning, social organization through mutual cooperation, and resource control governed by customary rules. These practices align with the concept of sustainable management, which emphasizes efficiency, participation, and ecological balance (Robbins & Coulter, 2018; United Nations, 2019).</em></p>2026-01-23T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Bunga Putri Rezky, Devid Zafitra, Yusup Ade Putra, Rubi Wijaya, Gesta Faris Zabelva, Dhania Siti Hamidah, Davina Adinda Talitahttps://comserva.publikasiindonesia.id/index.php/comserva/article/view/3489Mystic Management: Mengelola Daya Tarik Wisata dari Legenda Gunung Patuha2026-01-05T02:48:14+00:00Fazriel Muhammad Meidein Fadillah[email protected]Raihan Fazril Alfauzan[email protected]Susi Susanti[email protected]Hilda Olifia Megaswara[email protected]Vanesta Ayu Handa Rizki[email protected]Nazwa Alia Hilman[email protected]<p>Kawah Putih di Ciwidey merupakan salah satu destinasi wisata alam yang memiliki daya tarik unik karena keterikatan kuat dengan legenda Gunung Patuha yang dianggap angker oleh masyarakat lokal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana narasi budaya dan unsur mistis tersebut dikelola sebagai strategi pengembangan pariwisata yang efektif. Dengan menggunakan metode kualitatif melalui pendekatan studi kasus dan wawancara, penelitian ini menelaah peran budaya Sunda dalam membentuk persepsi wisatawan, keterlibatan masyarakat lokal, serta pengaruh nilai-nilai tradisional terhadap model manajemen kawasan. Temuan menunjukkan bahwa unsur mistis tidak hanya menjadi cerita pelengkap, tetapi berfungsi sebagai branding element yang memperkuat identitas destinasi. Selain itu, integrasi kearifan lokal dalam sistem pengelolaan meningkatkan keberlanjutan wisata karena mendorong partisipasi masyarakat, pelestarian adat, dan pemberdayaan ekonomi lokal. Dengan demikian, konsep “Mystic Management” dapat menjadi pendekatan alternatif dalam pengelolaan destinasi wisata berbasis budaya, di mana narasi legenda justru menjadi aset strategis untuk menciptakan pengalaman wisata yang berbeda dan bernilai tinggi.</p>2026-01-12T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Fazriel Muhammad Meidein Fadillah, Raihan Fazril Alfauzan, Susi Susanti, Hilda Olifia Megaswara, Vanesta Ayu Handa Rizki, Nazwa Alia Hilmanhttps://comserva.publikasiindonesia.id/index.php/comserva/article/view/3503Strategi Menghafal Berbasis Talkback pada Siswa Tunanetra di Sekolah Luar Biasa Tenggarong2026-01-12T02:29:47+00:00Maryam Maryam[email protected]Akhmad Riadi[email protected]Arbiah Arbiah[email protected]Ferdianur Ferdianur[email protected]Muhammad Amin Badali[email protected]M. Rafli Aditya[email protected]Intan kurnia Wati[email protected]<p>Strategi pembelajaran yang tepat memiliki peran penting dalam mendukung keberhasilan belajar siswa tunanetra, khususnya dalam kegiatan menghafal materi pelajaran. Salah satu pendekatan yang relevan dengan karakteristik siswa tunanetra adalah pemanfaatan teknologi berbasis suara, seperti aplikasi TalkBack. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan strategi menghafal berbasis TalkBack serta mengkaji dampaknya terhadap kemampuan hafalan siswa tunanetra di Sekolah Luar Biasa (SLB) Tenggarong. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri dari 5 siswa tunanetra dan 3 guru pendamping yang dipilih secara purposive berdasarkan keterlibatan aktif dalam penggunaan TalkBack. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan untuk mengidentifikasi pola dan tema yang muncul. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi menghafal berbasis TalkBack mampu meningkatkan kemandirian belajar siswa sebesar 78%, memudahkan pengulangan materi dengan fleksibilitas waktu hingga 85%, serta membantu siswa memahami dan mengingat informasi secara lebih sistematis dengan tingkat retensi hafalan meningkat 62% dibandingkan metode konvensional. Kendala yang dihadapi meliputi keterbatasan perangkat, perbedaan kemampuan awal siswa dalam mengoperasikan teknologi, dan kebutuhan pendampingan intensif pada fase awal implementasi. Melalui pemanfaatan TalkBack, penelitian ini mengonfirmasi bahwa teknologi asistensi berbasis audio dapat menjadi alternatif strategi pembelajaran yang efektif dan inklusif bagi siswa tunanetra dalam kegiatan menghafal.</p>2026-01-17T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Maryam Maryam, Akhmad Riadi, Arbiah Arbiah, Ferdianur Ferdianur, Muhammad Amin Badali, M. Rafli Aditya, Intan kurnia Watihttps://comserva.publikasiindonesia.id/index.php/comserva/article/view/3517Nilai-Nilai Pendidikan Agama Islam dalam Manajemen Bisnis 2026-01-21T07:46:08+00:00Ai Cintiasari[email protected]Anggi Regina[email protected]Davina Adinda Talita[email protected]Lydwina Putri Nafisa[email protected]Tiara Badriah[email protected]A. Saeful Bahri[email protected]<p>Manajemen bisnis pada dasarnya merupakan suatu proses yang mencakup perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengendalian sumber daya organisasi guna mencapai tujuan secara efektif dan efisien. Namun, dalam praktiknya, manajemen bisnis sering kali berorientasi pada pencapaian keuntungan material semata, sehingga berpotensi mengabaikan nilai-nilai moral dan etika. Kondisi ini dapat menimbulkan berbagai permasalahan, seperti kecurangan, ketidakadilan, dan penyalahgunaan wewenang. Pendidikan Agama Islam (PAI) hadir sebagai sistem nilai yang mengatur seluruh aspek kehidupan manusia, termasuk dalam aktivitas ekonomi dan bisnis. Nilai-nilai fundamental dalam PAI, seperti amanah, kejujuran, keadilan, tanggung jawab, dan kepemimpinan Islami, memiliki relevansi yang kuat dengan konsep manajemen bisnis modern. Penulisan artikel ini bertujuan untuk mengkaji keterkaitan nilai-nilai Pendidikan Agama Islam dengan praktik manajemen bisnis serta menganalisis penerapannya dalam dunia usaha. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi nilai-nilai Islam dalam manajemen bisnis mampu membentuk sistem pengelolaan yang beretika, profesional, dan berorientasi pada keberlanjutan, sehingga tidak hanya mengejar keuntungan ekonomi, tetapi juga kemaslahatan sosial dan spiritual.</p>2026-01-26T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Ai Cintiasari, Anggi Regina, Davina Adinda Talita, Lydwina Putri Nafisa, Tiara Badriah, A. Saeful Bahrihttps://comserva.publikasiindonesia.id/index.php/comserva/article/view/3479Zero Rice Policy: Studi Manajemen Keputusan Pada Komunitas Cirendeu Sejak 19182025-12-27T08:28:36+00:00Clarissa Azalia Maharani[email protected]Nazwa Triwardani Agustin[email protected]Akrom Rabki Nursantoso[email protected]Raditya Farrel Putra Grandi[email protected]Tiara Badriah[email protected]Irdy Hijriyan[email protected]<p>Kampung Cirendeu di Cimahi merupakan komunitas adat Sunda yang telah menerapkan <em>Zero Rice Policy</em>—kebijakan tidak mengonsumsi beras sejak 1918 sebagai strategi adaptif terhadap kondisi penjajahan dan kerentanan pangan. Kebijakan ini menggantikan beras dengan singkong (<em>rasi</em>) sebagai makanan pokok, dan telah bertahan lebih dari satu abad sebagai wujud ketahanan pangan berbasis kearifan lokal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses pengambilan keputusan yang melahirkan <em>Zero Rice Policy</em> serta mengidentifikasi faktor-faktor sosial, budaya, dan kepemimpinan yang mendukung keberlanjutannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode pengumpulan data melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan tokoh adat dan anggota komunitas, serta analisis dokumen tradisi. Data dianalisis secara tematik mengacu pada model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa <em>Zero Rice Policy</em> lahir dari proses pengambilan keputusan kolektif yang melibatkan musyawarah adat dan pertimbangan konteks sosio-ekologis. Keberlanjutan kebijakan ini didukung oleh nilai-nilai budaya (<em>silih asah, silih asih, silih asuh</em>), kepemimpinan adat yang partisipatif, serta struktur sosial yang menginternalisasi kebijakan sebagai identitas komunitas. Kebijakan ini juga berkontribusi pada ketahanan pangan melalui diversifikasi berbasis sumber daya lokal. <em>Zero Rice Policy</em> bukan sekadar keputusan pangan, melainkan sistem manajemen sosial berbasis kearifan lokal yang efektif dan berkelanjutan. Temuan ini mengimplikasikan bahwa model pengambilan keputusan komunitas adat dapat menjadi alternatif dalam perancangan kebijakan ketahanan pangan yang kontekstual, adaptif, dan berorientasi pada nilai-nilai lokal. Penelitian ini merekomendasikan integrasi kearifan serupa ke dalam kerangka kebijakan pangan nasional yang lebih inklusif.</p>2026-01-12T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Clarissa Azalia Maharani, Nazwa Triwardani Agustin, Akrom Rabki Nursantoso, Raditya Farrel Putra Grandi, Tiara Badriah, Irdy Hijriyan